Pelajaran Bulan Kedelapan

Bulan kedelapan.

Sore ini aku duduk lama di sebuah warung tenda pinggir jalan. Aku tidak sendiri, ada empat orang kawan lain bersamaku. Kami makan dan ngobrol seperti biasa. Sepertinya kami lupa bahwa baru delapan bulan lalu kami sampai di kota ini. Alhamdulillah, tidak ada satupun diantara kami berlima yang menyesali keputusan untuk datang ke kota ini. Meski awalnya benak kami dipenuhi dengan banyak keraguan. Tapi ternyata satu demi satu keraguan itu terjawab dan disinilah kami sekarang. Saling berceloteh tentang kisah sehari-hari. Tidak ada yang berusaha mengingat susahnya kami menyesuaikan diri ketika pertama kali tiba disini.

Barangkali move on itu seperti itu. Susah di awal tapi ya sudahlah kemudian. Mungkin hidup memang harus dijalani seperti itu. Mengeluhlah, menangislah, tapi jangan pernah mencoba untuk berhenti. Lelah, pasti. Jenuh, ya iyalah. Tapi jangan pernah menghitung-hitung berapa lama waktu yang bakal dijalani. Karena toh akhirnya semua itu bakal terlewati. Suka atau tidak. Mau atau enggak.

Semoga dibulan kesembilan nanti, kami tetap bisa bergembira seperti hari ini. Amin.

(Semarang)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s